Export Data Dari Excel Ke SQL Server dengan Source VB 60

February 25, 2009 · Leave a Comment

1. Jalankan Enterprise Manager-nya SQL Server,
2. Buka databasenya, lalu klik kanan di Tables, pilih Import Data…, lalu muncul Wizard welcome, klik Next,
3. Di bagian “Choose a Data Source”, di bagian “Data Source” pilih: “Microsoft Excel 97-2000″ atau sesuai dengan yang ada pilihan versi Excel di sana, lalu browse ke file Excel di bagian File name, lalu klik Next,
4. Di bagian “Choose a destination”, tentukan SQL Server dan nama databasenya, lalu klik Next,
5. Di bagian “Specify Table Copy or Query”, pilih “Copy table(s) and view(s) from the source database”, lalu klik Next,
6. Di bagian “Select Source Tables and Views”, beri centang Sheet yang akan diimport di kolom “Source”, dan pastikan tabel tujuannya di kolom Destination, lalu klik Next,
7. Klik Next lagi di bagian “Save, schedule, and replicate package”,
8. Terakhir, klik Finish, tunggu sampai selesai.

Lakukan langkah nomor 2 sampai dengan 8 untuk file Excel berikutnya (asumsi: struktur atau jumlah kolom sama dengan file Excel sebelumnya). Data yang diimport selanjutnya otomatis menambahkan ke tabel tujuan tadi, dan data sebelumnya tidak akan hilang atau tertimpa. Anda bahkan bisa langsung mengimport data dari file Excel ke SQL Server; di mana SQL Server sekalian membuatkan tabelnya. Jangan lupa atur Primary Key di tabel tersebut, untuk menghindari adanya record yang sama

Pastikan di komputer tersebut sudah terinstall Microsoft Excel atau Office. Contoh, saya menggunakan Office 2000, maka klik menu Project -> References… pilih “Microsoft Excel 9.0 Object Library”. Silahkan sesuaikan dengan versi library Excel di Visual Basic Anda.

Misalkan Anda mempunyai sebuah file Excel yang bernama “Contoh.xls” dan ditempatkan dalam satu folder yang sama dengan exe program Anda. isi dari file Contoh.xls di Sheet1 adalah sebagai berikut:

Data :    

  A   B
1    1   Adi
2    2   Badu
3    3   Cacing

Code :

Dim Excel As Excel.Application
Dim ExcelWBk As Excel.Workbook
Dim ExcelWS As Excel.Worksheet

Private Sub StartExcel()
  On Error GoTo Err:
  Set Excel = GetObject(, “Excel.Application”)
  Exit Sub
Err:
  Set Excel = CreateObject(“Excel.Application”)
End Sub

Private Sub Command1_Click()
  StartExcel
 
  Set ExcelWBk = Excel.Workbooks.Open(App.Path & “Contoh.xls”)
  Set ExcelWS = ExcelWBk.Worksheets(1)
  Dim i As Integer, j As Integer
  ‘Loop berikut untuk membaca nilai setiap baris
  ‘mulai dari baris pertama sampai ketiga
  ‘dan setiap baris terdiri dari 2 kolom
  For i = 1 To 3
   For j = 1 To 2
    With ExcelWS
      MsgBox .Cells(i, j).Value  ‘Ambil nilai setiap Cell
    End With
   Next j
  Next i
 
  CloseWorkSheet
  FinishExcel
End Sub

Private Sub CloseWorkSheet()
  ExcelWBk.Close
  Excel.Quit
End Sub

Private Sub FinishExcel()
  ‘Jangan lupa, selalu bersihkan memory saat mengakhiri
  If Not ExcelWS Is Nothing Then Set ExcelWS = Nothing
  If Not ExcelWBk Is Nothing Then Set ExcelWBk = Nothing
  If Not Excel Is Nothing Then Set Excel = Nothing
End Sub

→ Leave a CommentCategories: Tips & Trik

Kontrol xp Style

February 24, 2009 · Leave a Comment

Jika Anda terbiasa menggunakan Windows 98, kemudian Anda beralih ke Windows XP, memang terlihat perubahan drastis dalam segi tampilan. Seperti bentuk tombol (button) yang bergaya ‘eye candy’ dan sebagainya. Tetapi ketika Anda menggunakan Visual Basic, gaya tampilan seperti ini tidak didukung oleh Visual Basic yang cenderung masih menggunakan gaya Windows 98. Mudah saja sebetulnya agar tampilan kontrol-kontrol seperti CommandButton, ComboBox, TextBox, OptionButton, dan sebagainya yang ada pada Visual Basic agar bergaya XP.
Anda hanya memerlukan sebuah file yang berjenis/berekstensi manifest. Bagaimana cara membuat file manifest? Ikuti langkah di bawah ini.
Jalankan aplikasi Notepad, kemudian ketikkan baris teks berikut ini:

Code:

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″ standalone=”yes”?>
<assembly xmlns=”urn:schemas-microsoft-com:asm.v1″ manifestVersion=”1.0″>
<assemblyIdentity
    version=”1.0.0.0″
    processorArchitecture=”X86″
    name=”VB6.exe”
    type=”win32″
/>
<description></description>
<dependency>
    <dependentAssembly>
        <assemblyIdentity
            type=”win32″
            name=”Microsoft.Windows.Common-Controls”
            version=”6.0.0.0″
            processorArchitecture=”X86″
            publicKeyToken=”6595b64144ccf1df”
            language=”*”
        />
    </dependentAssembly>
</dependency>
</assembly>

Klik menu File–>Save, ketika ditampilkan dialog Save, ubah Save as Type menjadi All Files. Beri nama file tersebut dengan VB6.exe.manifest, alamatkan ke C:\Program Files\Microsoft Visual Studio\VB98.
Jalankan Visual Basic. Cobalah masukkan kontrol seperti ComboBox, CommandButton, CheckBox, dan sebagainya ke dalam form.

Penggunaan file VB6.exe.manifest, akan menyebabkan kerusakan tampilan pada saat mengubah properti kontrol yang berkaitan dengan perubahan warna seperti BackColor, ForeColor, dan sebagainya. Tetapi hal ini tidak akan berpengaruh apapun ke project yang Anda kerjakan.

Hal lain yang perlu diperhatikan, ketika Anda meng-compile project Anda, pengaruh gaya tampilan ini tidak akan langsung diterapkan pada program aplikasi (file eksekusi) yang Anda buat. Anda harus membuat file manifest juga untuk program aplikasi yang Anda buat tersebut. Cara membuatnya mirip dengan cara membuat file VB6.exe.manifest, hanya saja ada hal yang perlu diubah yaitu:
Perhatikan kembali baris kode pada file manifest di atas! Ubahlah teks VB6.exe dengan nama file eksekusi yang Anda buat (contoh Project1.exe)
Alamatkan penyimpanan ke folder dimana Anda menyimpan file eksekusi yang telah Anda compile.
Namai file manifest tersebut dengan aturan .exe.manifest (contoh Project1.exe.manifest).

→ Leave a CommentCategories: Tips & Trik

Harga Tak Sesuai, 25 Hektare Lahan Tak Dilepas

February 14, 2009 · Leave a Comment

Lahan seluas 12 hektare tersebut berlokasi di Desa Sigurung-gurung seluas 9.657 M2 dan di Desa Silangkitang Kecamatan Pahae Jae seluas 3.266 M2. Dan seharusnya, lahan seluas 12 hektare tersebut sangat mendesak untuk dibebaskan karena digunakan untuk pemasangan pipa injeksi sebagai alat uji kapasitas produksi.

Kepala Bappeda Tapanuli Utara Saul Situmorang MSi saat dikonfirmasi, Rabu 926/11) membenarkan hal terkendalanya pembebasan lahan. Sesuai laporan Camat Pahae Jae, kata Saul Situmorang, pihak pengembang mega proyek geothermal telah melakukan survei bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 7 Oktober hingga 9 Oktober 2008, lalu.

“Permohonan izin lokasi dan pemetaan lahan sudah disampaikan ke BPN dan dalam waktu dekat akan dibahas bersama Pemkab Tapt. Lahan yang akan dibebaskan tersebut akan dimanfaatkan untuk pemasangan pipa air dari induk Silangkitang (SIL) yakni SIL 1 ke SIL 2 serta dari SIL 2 ke Batang Toru,” terang Saul Situmorang.

Saul Situmorang juga membenarkan, pembebasan lahan di dua lokasi tersebut terkendala karena pihak pengembang mengajukan penawaran harga tanah sebesar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per meter per segi.

“Sementara masyarakat meminta harga di atasnya,” kata Saul Situmorang.

Lebih lanjut dikatakan Saul Situmorang, pengajuan harga dari pihak pengembang telah disampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat Luat Pahae pada saat pembahasan ANDAL, RKL dan RPL yang dilaksanakan 11 November 2008 lalu di Kantor Bapedalda Sumut.

“Mereka menyampaikan bahwa pembayaran ganti rugi atas harga lahan pada 13 tahun yang lalu dirasakan sangat rendah dan tidak sebanding dengan potensi yang ada di lokasi dan memohon kepada pihak pengembang agar dilakukan penyesuaian harga ganti rugi. Kita berharap agar ketidaksepahaman ini dapat diselesaikan, karena bila kondisi ini berlanjut akan menghambat tahapan pengembangan mega proyek yang memberikan multi manfaat bagi Tapanuli Utara khususnya kawasan Pahae,” kata Saul.

Saul Situmorang menegaskan, negosiasi pihak pengembang dengan perantau, pemilik lahan, dan masyarakat, seharusnya dilakukan agar benar-benar transparan.

“Yang kita khawatirkan, nanti masyarakat justru memperoleh informasi yang simpang siur, dan ini sudah kita sampaikan

kepada pihak pengembang baik secara lisan maupun secara tertulis,” pungkasnya.

Informasi lain yang diperoleh METRO, Rabu (26/11), masyarakat mendesak agar pihak pengembang mega proyek melakukan sosialisasi dan pemahaman masalah harga tanah tersebut. Selain itu beberapa pengusaha lokal juga meminta  pihak pengembang agar melibatkan pengusaha lokal dalam pembangunan atau pemasangan pipa.

Project Supports Manager SOL, Encep Sutisna ketika dikonfirmasi METRO melalui sambungan telepon mangatakan pihaknya saat ini tengah mencari langkah tepat untuk mencocokkan harga sesuai dengan permintaan masyarakat. Hanya saja dia berharap agar masyarakat pemilik tanah juga tidak mematok harga yang lebih tinggi.

“Yang wajar sajalah, sebab masih banyak yang akan dilaksanakan, agar kehadiran proyek ini tidak merugikan kedua belah pihak, terutama masalah AMDAL (Analis Mengenai Dampak Lingkungan),” katanya.

Soal dilibatkanya pengusaha lokal untuk permasangan pipa injeksi, Encep Sutisna mengatakan pihaknya akan secara komprehensif memberikan porsi kepada pengusaha lokal sesuai dengan jangkauan dan kemampuan mereka.

“Kita juga ingin menjalankan kearifan lokal dengan melibatkan warga di sana,” ujarnya.

Tetapi dia menjelaskan bahwa pengerjaan pemasangan pipa tersebut hanya masih sebagian kecil dari tahapan pengembangan proyek yang saat ini ditangani pihakj pengembang mega proyek geothermal berlabel Sarulla Operations Limited (SOL).

“Kita akan mengakomodir SDM lokal untuk pekerjaan lanjutan,” katanya. Encep juga mengatakan ada spesifikasi khusus untuk mengerjakan pemasangan pipa sebab selain mempunyai kemampuan, juga harus memiliki sertifikat.

“Jadi kita kondisikan saja nanti dengan kemampuan mereka,” ujarnya. Sementara itu salahseorang tokoh masyarakat Pahae Polman Sitompul mengatakan, walaupun ada perbedaan pandapat soal ganti rugi tanah, semestinya tidak menjadi pengganjal dilanjutkanya proyek yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi di kawasan Pahae dan Tapanuli Utara.

“Tetapi kondisi masyarakat di Pahae sangat kondusif dalam menerima kehadiran proyek ini. Semua pihak tentu kita harapkan agar berdiri di atas azas musyawarah dan mufakat,” ujar mantan anggota DPRD itu.(jps)

→ Leave a CommentCategories: Bona Pasogit

Pembentukan Propinsi Tapanuli sudan Final

February 14, 2009 · Leave a Comment

Medan (SIB) Sekdapropsu Drs Muhyan Tambuse mengatakan, pembentukan Propinsi Tapanuli sudah final dan secara formal Pempropsu telah menyampaikannya ke DPRD Sumut. Pempropsu akan selalu patuh dan taat azas pada keputusan pemerintah pusat dan DPR RI tentang pembentukan Propinsi Tapanuli.“Untuk tingkat propinsi sudah final, secara formal telah disampaikan kepada pihak legislatif, tinggal menunggu dan akan patuh atas keputusan pemerintah pusat, serta Pempropsu amat taat azas”, ujar Sekdapropsu mewakili Gubsu didampingi Asisten Tatapraja Hasiholan Silaen SH, Kabiro Otda Drs Bukit Tambunan, Selasa (6/11) saat menerima Panitia Ad Hoc I (PAH) DPD RI yang dipimpin Adnan NS di lantai 10 kantor Gubsu. Kepada rombongan PAH I DPD RI, Muhyan Tambuse juga menjelaskan, wajar-wajar saja muncul pendapat-pendapat baik yang mendukung tanpa reserve, mendukung dengan catatan-catatan dan yang tak mendukung. Itu merupakan nuansa demokratis namun Pempropsu menilai dan yang paling utama sesuai hasil tim bahwa Propinsi Tapanuli layak dimekarkan sehingga diteruskan ke DPRD Sumut. Disebutkan, keinginan pembentukan Propinsi Tapanuli sudah cukup lama sebelum ada aspirasi yang begitu kuat dari masyarakat di kawasan Tapanuli untuk menjadikan/mendirikan/memisahkan diri dari induk Propinsi Sumut dengan pertimbangan untuk meningkatkan dan memperdekat jarak pelayanan. Sementara itu, Ketua Rombongan PAH I DPD RI Adnan NS mengatakan, tim yang terdiri dari Lundu Panjaitan SH, Ishak Mandacan SH, Yonathan Nubatonis datang ke Sumut untuk melihat langsung dan untuk menjaring aspirasi. Ingin tahu secara lengkap, fakta dan data-data apa yang disuarakan masyarakat tentang Propinsi Tapanuli. Pemekaran bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat sekaligus membebaskan rentang kendali. Kunjungan ini juga untuk meninjau kesiapan calon Propinsi Tapanuli. DPD RI siap memback-up dan menentang yang tidak menginginkan pemekaran. Dana ibukota Jakarta tidak ada tanpa daerah. Bayangkan, hanya 26 persen DAU dari sumber APBN yang dibagikan ke daerah dan sisanya 74 persen mengendap di pusat. DPD akan menentang adanya kebijakan pemerintah pusat membatasi pemekaran khususnya Propinsi Tapanuli. “Bukankah pembentukan Propinsi Tapanuli merupakan aspirasi anak-anak bangsa yang perlu diperhatikan. DPD RI akan memperjuangkan hak-hak daerah”, ujarnya tegas. Dari segi penduduk Sumut yang 12,8 juta jiwa, kata Adnan, Propinsi Sumut sudah layak untuk dimekarkan menjadi dua atau tiga propinsi bahkan 4 propinsi. Bayangkan, Propinsi Maluku Utara hanya berpenduduk 725 jiwa, demikian juga halnya dengan Gorontalo dan Bangka Belitung. Namun masih banyak sisi yang dilihat baik dari segi sosial dan lainnya. Bila hal ini tidak disikapi dengan baik, dapat berubah seperti kapal oleng sebelah. Adnan melanjutkan bahwa fungsi DPD untuk menjembatani hubungan pusat dan daerah, pemekaran daerah, Pilkada dan penggabungan daerah. Bila Propinsi Tapanuli lahir, Pempropsu wajib membantu “disusui” hingga 2 s/d 3 tahun masa tenggang waktu dengan berbagai hak dan kewajiban. Selain itu juga akan dilakukan evaluasi apakah daerah tersebut sudah mampu atau tidak dan bila belum mampu akan digabungkan dengan propinsi induk. Adnan juga menyebutkan, di NAD jumlah penduduknya hanya 1,2 juta jiwa tapi hampir semua kabupaten/kota memiliki lapangan terbang. Sementara itu, Ketua Pemrakarsa Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean yang turut hadir dan didampingi Ir Hasudungan Butarbutar MSi, Eron Lumban Gaol SE, Hitler Siahaan SH, Sanggam SH Bakkara, KCT Sianturi, Budiman Nadapdap SE, mewakili masyarakat Tapanuli mengharapkan agar DPD RI khususnya PAH I juga dapat mengajukan hak inisiatifnya untuk memperkuat pembentukan Propinsi Tapanuli. Aspirasi masyarakat, suara rakyat adalah suara Tuhan dan disampaikan bahwa 11 September lalu DPR RI sudah menyetujui inisiatif DPR RI dan akan diajukan melalui Komisi II. Sementara itu, Lundu Panjaitan SH tetap optimis bahwa pembentukan Propinsi Tapanuli akan terwujud dan diharapkan lebih cepat lebih baik. Tidak ada alasan untuk menunda-nunda dan kalau bisa akhir tahun ini dapat terlaksana, segala upaya akan dilakukan untuk itu, katanya. (M3/M35/c)

→ Leave a CommentCategories: Sosial Politik

Cara Membasmi Virus Rieysha : W32/Autorun.FCN

January 7, 2009 · Leave a Comment

 

Selamat Datang di Blog’s Saya!

Virus rieysha adalah virus lokal yang diduga berasal dari Yogyakarta. Terdeteksi sebagai W32/Autorun.FCN, virus ini dibuat dengan bahasa pemrograman Borland Delphi 6.0 dan menggunakan icon TXT (text document).
Rieysha akan memunculkan pesan setiap kali komputer dinyalakan atau pada saat user membuka file berekstensi .TXT, .BAT, .DOC atau .INI, yang salah satu isi pesannya: “Sayang Kapan Kamu Balik Ke Indonesia? Apa Kamu Kembali Dengan Hatimu Yang Dulu?”
Untuk membersihkannya, simak langkah-langkah berikut ini:
1. Matikan System Restore selama proses pembersihan.
2. Matikan proses virus yang sedang aktif dimemori. Untuk mematikan proses ini anda dapat menggunakan tools pengganti task manager seperti “Curr Process”, kemudian matikan proses yang mempunyai icon “txt”.
3. Perbaiki registry Windows dengan membuat script berikut pada program notepad, kemudian simpan dengan nama repair.inif. Jalankan file tersebut dengan cara: klik kanan repair.inf, lalu klik Install.
Sebaiknya buat file repair.inf di komputer lain yang tidak terinfeksi virus agar virus tidak kembali aktif atau pada program wordpad.
[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software’CLASSES’batfile’shell’open’command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software’CLASSES’comfile’shell’open’command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software’CLASSES’exefile’shell’open’command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software’CLASSES’piffile’shell’open’command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, Software’CLASSES’regfile’shell’open’command,,,”regedit.exe “%1″”
HKLM, Software’CLASSES’scrfile’shell’open’command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE’Microsoft’Windows NT’CurrentVersion’Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”
HKLM, SYSTEM’ControlSet001’Control’SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM’ControlSet002’Control’SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM’CurrentControlSet’Control’SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SOFTWARE’Microsoft’Windows NT’CurrentVersion, RegisteredOrganization,0, “Organization”
HKLM, SOFTWARE’Microsoft’Windows NT’CurrentVersion, RegisteredOwner ,0, “Owner”
HKCU, Control Panel’International, s1159,0, “AM”
HKCU, Control Panel’International, s2359,0, “PM”
HKCU, Software’Microsoft’Internet Explorer’Main, Start Page,0, “about:blank”
HKLM, SOFTWARE’Classes’.sys,,,”sysfile”
HKLM, SOFTWARE’Classes’.doc,,,”word.document.8″
HKLM, SOFTWARE’Classes’.bat,,,”batfile”
HKLM, SOFTWARE’Classes’.ini,,,”inifile”
HKLM, SOFTWARE’Classes’.dll,,,”dllfile”
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’explorer, NoDriveTypeAutoRun,0×00010001,255
[del]
HKLM, SOFTWARE’Microsoft’Windows’CurrentVersion’run, RunDll
HKLM, SOFTWARE’Microsoft’Windows’CurrentVersion’RunServices, Windll
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies, NoClose
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’explorer, NoClose
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’explorer, NoDrives
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’explorer, NoFind
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’explorer, NoFolderOptions
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’explorer, NoRun
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’explorer, NoViewOnDrive
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’System, DisableCMD
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’System, DisableRegistryTools
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Policies’System, DisableTaskMgr
HKCU, Software’Microsoft’Windows’CurrentVersion’Explorer’Advanced, ShowSuperHiden
HKCU, SOFTWARE’Classes’exefile, Default
Catatan:
Pada saat menyimpan file repair.inf pada program wordpad, pada kolom “save as type” pilih “Text Document”.
4. Hapus file virus dengan terlebih dahulu menampilkan file yang tersebunyi agar proses pencarian file lebih optimal. Jika folder option atau drive master (c:’) belum tampil, logoff komputer terlebih dahulu.
C:’Program Files

RunDll.exeKenanganJogja.exe,
C’WINDOWS’rieysha.exe
C:’Jadwal_Manggung.exe
C:’PesanBuatKekasih.bat
C:’rieysha.exe
C:’Windows

pesan.txtrieysha.exe,
C:’Windows’system32
Rahasiaku_Pacarku.exe
DaftarHacker_Blacklist.exe
Cerita_Panas_Mendebarkan.exe
Pesanku.doc
SuratCinta.exe
Autorun.inf
RieyshaAnakJogja.exe
Sampah.txt
notepad.exe
C’WINDOWS’system32’Restore’pesan1.txt
C’WINDOWS’system

psene_seng_gawe.rtfrieysha.exe, Jogja_virus_maker.exe,
D’DiaryRieysha.exe
D:’Puisi.txt
E’CatatanTugas.exe
H:’CeritaDewasa.exe
G:’CatatanML.exe
K’CeritaML.exe
5. Cari file rieysha_anak_jogja.txt, kemudian rename menjadi MSVBVM60.DLL, setelah itu copy file tersebut ke direktori “C:’Windows’system32″.
6. Ubah nama file “C:’Windows’bacaan_anak_tk.txt” atau “C:’Windows’ bacaanHot.txt” (pilih salah satu) menjadi C:’Windows’notepad.exe. Kemudian ubah juga nama file “C:’Windows’ReadMe.txt” menjadi “C:’Windows’cmd.exe”
7. Untuk pembersihan optimal, gunakan antivirus yang sudah mampu mendeteksi dan membasmi virus ini dengan baik.

 

→ Leave a CommentCategories: Tips & Trik